Powered By Blogger

Minggu, 27 November 2011

Kearifan Lokal


Dianing Primanita Ayuninggar, Antariksa, Dian Kusuma Wardhani
ABSTRACT
Tenggerese community have uniqueness social cultural life pattern concerning with societies’ positive behavior in its spatial using and adaptation to environmentally around it. Tenggerese social cultural life pattern based on cultural point, religi and local tradition then forms local wisdom points, such as local wisdom in spatial using and environmental preserve effort. This research works through about local wisdom implement in spatial using and environmental preserve effort at Wonokitri Village to keep up the sustainability of Wonokitri Village. Analysis method use descriptive-explorative analysis. Observational result indicate local wisdoms points in the context of spatial using rules at Wonokitri Village, that is spatial conception bases on custom region and administration region, situating orientation of element forming residence, land ownership system, and home adaptation to climate. Local wisdom in the context of environmental preserve manages about season estimate to get cultivation, traditional technological system in farm management, breeding management system, forestand water resourches management and protection system, along with traditions in environmental preserve that exists at Wonokitri's Village. With the presence of local wisdom points that still relevant interpreted insocial cultural life patternis expected tosupportenvironmental preserve effortat Wonokitri Village.
Keywords: local wisdom, spatial using, environmental preserve effort, home adaptation to climate, traditional technological system


ABSTRAK
Masyarakat Suku Tengger memiliki keunikan pola kehidupan sosial budaya terkait dengan perilaku positif masyarakatnya dalam tindakan pemanfaatan ruang dan adaptasi terhadap lingkungan di sekitarnya. Pola kehidupan sosial budaya masyarakat Suku Tengger bersumber dari nilai budaya, religi dan adat-istiadat setempat yang kemudian membentuk nilai-nilai kearifan lokal, salah satunya adalah kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang dan upaya pemeliharaan lingkungan. Penelitian ini membahas tentang penerapan kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang dan upaya pemeliharaan lingkungan di Desa Wonokitri untuk melestarikan dan menjaga keberlanjutan Desa Wonokitri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat nilai-nilai kearifan lokal dalam konteks ketentuan pemanfaatan ruang di Desa Wonokitri, yakni konsepsi ruang berdasarkan wilayah adat dan wilayah administrasi, orientasi peletakan elemen-elemen pembentuk permukiman, sistem penguasaan dan kepemilikan tanah, serta adaptasi tempat tinggal terhadap iklim. Kearifan lokal dalam konteks pemeliharaan lingkungan mengatur tentang perkiraan musim untuk bercocok tanam, sistem teknologi tradisional dalam pengelolaan ladang/tegalan, sistem pemeliharaan hewan ternak sistem pengelolaan dan perlindungan hutan, sumber-sumber air, serta tradisi-tradisi dalam pemeliharaan lingkungan yang terdapat di Desa Wonokitri. Dengan adanya penggalian nilai-nilai kearifan lokal yang masih relevan yang diinterpretasikan dalam pola kehidupan sosial budaya masyarakat tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemeliharaan dan pelestarian lingkungan Desa Wonokitri.
Kata Kunci: kearifan lokal, pemanfaatan ruang, pemeliharaan lingkungan, adaptasi tempat tinggal terhadap iklim, sitem teknologi tradisional

Lihat selengkapnya di link berikut untuk mengetahui kearifan lokal  Suku Tengger dalam upaya pemeliharaan lingkungan (klilk yang berwarna biru)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar