Dianing Primanita Ayuninggar, Antariksa, Dian Kusuma
Wardhani
ABSTRACT
Tenggerese
community have uniqueness social cultural life pattern concerning with
societies’ positive behavior in its spatial using and adaptation to
environmentally around it. Tenggerese social cultural life pattern based on
cultural point, religi and local tradition then forms local wisdom points, such
as local wisdom in spatial using and environmental preserve effort. This
research works through about local wisdom implement in spatial using and
environmental preserve effort at Wonokitri Village to keep up the
sustainability of Wonokitri Village. Analysis method use
descriptive-explorative analysis. Observational result indicate local wisdoms
points in the context of spatial using rules at Wonokitri Village, that is
spatial conception bases on custom region and administration region, situating
orientation of element forming residence, land ownership system, and home adaptation to climate. Local wisdom in the context of environmental preserve
manages about season estimate to get cultivation, traditional technological
system in farm management, breeding management system, forestand water resourches
management and protection system, along with traditions in environmental preserve that exists at
Wonokitri's Village. With the presence of local wisdom points
that still relevant interpreted insocial cultural life patternis expected tosupportenvironmental preserve effortat Wonokitri
Village.
Keywords: local wisdom,
spatial using, environmental preserve effort, home adaptation to climate, traditional
technological system
ABSTRAK
Masyarakat Suku
Tengger memiliki keunikan pola kehidupan sosial budaya terkait dengan perilaku
positif masyarakatnya dalam tindakan pemanfaatan ruang dan adaptasi terhadap
lingkungan di sekitarnya. Pola kehidupan sosial budaya masyarakat Suku Tengger
bersumber dari nilai budaya, religi dan adat-istiadat setempat yang kemudian
membentuk nilai-nilai kearifan lokal, salah satunya adalah kearifan lokal dalam
pemanfaatan ruang dan upaya pemeliharaan lingkungan. Penelitian ini membahas
tentang penerapan kearifan lokal dalam pemanfaatan ruang dan upaya pemeliharaan
lingkungan di Desa Wonokitri untuk melestarikan dan menjaga keberlanjutan Desa
Wonokitri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif
eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat nilai-nilai kearifan
lokal dalam konteks ketentuan pemanfaatan ruang di Desa Wonokitri, yakni
konsepsi ruang berdasarkan wilayah adat dan wilayah administrasi, orientasi
peletakan elemen-elemen pembentuk permukiman, sistem penguasaan dan kepemilikan
tanah, serta adaptasi tempat tinggal terhadap iklim. Kearifan lokal dalam
konteks pemeliharaan lingkungan mengatur tentang perkiraan musim untuk bercocok
tanam, sistem teknologi tradisional dalam pengelolaan ladang/tegalan, sistem
pemeliharaan hewan ternak sistem pengelolaan dan perlindungan hutan,
sumber-sumber air, serta tradisi-tradisi dalam pemeliharaan lingkungan yang
terdapat di Desa Wonokitri. Dengan adanya penggalian nilai-nilai kearifan lokal
yang masih relevan yang diinterpretasikan dalam pola kehidupan sosial budaya
masyarakat tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemeliharaan dan
pelestarian lingkungan Desa Wonokitri.
Kata Kunci: kearifan lokal,
pemanfaatan ruang, pemeliharaan lingkungan, adaptasi tempat tinggal terhadap
iklim, sitem teknologi tradisional
Lihat selengkapnya di link berikut untuk mengetahui kearifan lokal Suku Tengger dalam upaya pemeliharaan lingkungan (klilk yang berwarna biru)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar