Powered By Blogger

Minggu, 18 Desember 2011

jurnal belajar ektum 04



Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 04
Atmosfer Dan Air Sebagai Lingkungan Abiotik Yang Mempengaruhi Ekologi Tumbuhan


              Dari hasil diskusi kelompok 4 yang terdiri Ika, Chantika, Enggar, dan Anik  saya dapat menyimpulkan sebagai komponen abiotik, air dan atmosfer memiliki peranan pokok untuk kehidupan. Seperti yang kita ketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, demikian pula dengan atmosfer yang memiliki peranan penting bagi kehidupan yaitu sebagai pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada saat siang hari dan mencegah hilangnya panas keruang angkasa pada saat malam hari .
Atmosfer terdiri dari gas-gas yang tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga pada atmosfer terdiri dari beberapa macam gas. Pada lapisan atmosfer terbagi menjadi 5 :
  •  Exsosfer, merupakan lapisan paling atas dari atmosfer bumi 
  •  Termosfer, merupakan lapisan terbesar dari atmosfer bumi, jauh diatas mesosfer dan jauh di bawah exsosfer.
  •  Mesosfer, merupakan lapisan atmosfer bumi yang jauh di atas stratosfer dan jauh di bawah termosfer.
  •  Stratosfer, merupakan lapisan ke dua dari atmosfer bumi, di bawah troposfer, dan di atas mesosfer.
  •  Troposfer, berada di porsi paling bawah dari atmosfer bumi.
Siklus air  atau siklus hidrologi terus bergerak secara kontinue dalam tiga cara yang berbeda:
  • Evaporasi / transpirasi
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah
  • Air Permukaan

Pada kelomok 4 ini terjadi diskusi yang cukup menarik. Prensentasi yang disajikan oleh kelompok 4 ini mendapat beberapa pertanyaan dari audiens, dianataranya pertanyaan saudari Tetty dan saudara Hatta. Disini saudara hatta menanyakan tentang proses terjadinya hujan dan mengapa pada musim kemarau uap air diawan tidak turun menjadi hujan???? Presenter menjawab bahwa awan mempunyai bintik-bintik air yang akan menyebabkan hujan. Namun, suadara Hatta mmasih agak bingung, disini saya (ilham) membantu untuk menjalskanmya. Memang benar apa yang dikatakan presenter smua awan berpotensi hujan karena terdapat bintik-bintik air hasil penguapan air,tanah, tanaman dan, MH. Tapi, kenapa pada musim kemarau tidak terjadi hujan di indonesis. Hal ini di sebabkan adanya pengaruh angin Muson Barat dan Muson Timur sehingga  pada musim panas kecil kemungkinan terjadinya hujan di Indonesia. Hal ini senanda dengan teori-teori penjelasan angin muson barat dan timur, dianatranya:
Muson barat atau muson musim dingin timur laut adalah angin yang bertiup pada bulan Oktober-April di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia sedang mengalami musim panas, berakibat pada tekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, berakibat memiliki tekanan maksimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan).
Muson timur atau muson musim panasbarat daya adalah angin yang bertiup pada bulan April-Oktober di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi utara, sehingga menyebabkan benua Australia musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua Asia lebih panas, sehingga bertekanan minimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju utara Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan yang sempit.
Pada Kelompok 04 penyampaianya isi PPT sudah cukup bagus, namun PPT kurang berpoint dan pemateri kurang menguasai materi sehingga pemateri yang menyampaikan presentasi hanya dengan membaca tanpa ekspresi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar