Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Ektum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ektum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

jurnal ektum 09


Judul Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 09
EKOSISTEM


Pada hari selasa giliran kelompok 09 memepresentasikan hasil kerja mreka. Dimana bertemapt di Laboratorium Biologi. Beranggotakan Martha,Linata,Wanti dan Lita. Presentasi pertama dilakukan oleh leli yang menjelaskan ruang lingkup ekosistem. Ekosistem pertama kali dijabarkan oleh Tansley, dlam ekosistem terdapat system tertutup dan terbuka dengan struktur komponen ekosistem yang terdiri dari Biotik & Abiotik. Selain itu, dlam ekosistem terdapat produsen, konsumen dan decomposer.
Pada presenter kedua yaitu saudara wanti menjelaskan bagaimana siklus-siklus dalam ekositem diantaranya;  Aliran energy; diawali dari energy Cahaya Matahari diperlukan produsen untuk proses fotosintesis à Konsumen I à Konsumen II -à Konsumen III à pengurai / Dekomposer. Dan Siklus Nitrogen dan Sulfur, dlam siklus kedua ini ada suatu bantuan dari bakteri pengurai Nitrifikasi dan Biosulfur yang dapat mempercepat siklus dalam ekosistem. Selain itu, juga terdapat siklus CO / Karbondioksida dan O2  / oksigen .
Pada presenter ketiga yaitu Lianata menerangkan produktivitas dalam suatu ekosistem. Produktivitas terbagi jadi 2 yaitu: 1). Produktivitas Primer (kotor/PPK dan bersih/PPB) dan produktivitas sekunder. Sproduktivitas dalam suatu ekosistem juga terdapat daya dukung yang dapat dikatkn bahwa ekosistem itu produktivitas atau tidak.
Dilanjutkan pada presenter terkahir yaitu Lita, menjelaskan bagaiman metode penentuan produktivitas yang telah dijelaskan oleh presenter sebelumnya dan memberikan suatu contoh produktivitas dalam suatu ekosistem yang ada.
Setelah presentasi usai ada suatu pertanyaan dari audiens , 1) veni yang menanyakan apa maksud dari produktivita primer kotor dan bersih ???? saudari wanti perwakilan dari presenter menejleaskan PPK merupakn  seluruh bahan organic yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada organism autotrof, sedangkan PPB merupakan sisa energy produktivitas kotor yang bru disimpan. 2) Httahin pertanyaan ini cukup menggelitik karena yang ditanyakan  adalah dalam proses fotosintesis kenpa pada buku yang berbeda ada buku yang menambhakan energy setalah proses fotosintesis dan ada yang tidak! Apakah senergi itu sama dengan energy yang diperlukan untuk proses pembentukan glukosa dalam fotosintesis ??? saudari linata menjlaskan bahwa setelah proses pembentukan gukosa dalam fotosintesis terdapt penambahan tulisan energy atau tidak, karena yang dihasilkan dlam fotosintesis adalah enrgi untuk proses metabolism tumbuhan. Sedangkan enegi yang satunya adalah energy cahaya yang membantu proses pembentukan glukosa.

Selasa, 03 Januari 2012

jurnal Ektum 08

Judul Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 08
ANALISIS VEGETASI

Kelompok 08 yang terdiri dari Hattahin,Nurlaila,Mbak dista, dan Rita. Presentasi pada hari itu cukup bagus dan dapat saya pahami tenatang ruang lingkup analisis vegtasi. Analisi vegatsi adalah suatu cara mempelajari susunan atau komposisi vegetasi secara berurutan atau terstruktur vegetasi dari tumbuh tumbuhan. Metodologi analisi vegatsi terdiri dari ;
·         Metode destruktif adalah suatu metode yang digunakan untuk menentukan luas cuplikan 1meter persegi samapi 5 meter persegi.
·         Metode florestik adalah suatu metode untuk membuat klasifikasi sendiri.
·         Metode non florestik adalah metode untuk menentukan keanekaragaman bentuk vegetasi tiu sendiri.
Sedangkan teknik cuplikan kuadaran yang dapt saya tangakap diataranya ;Liat kuadaran, Cover kuadran, dan chart kuadaran.
Selain metode metode diatas ada suatu cara dalam analisi vegetasi,sepert halnya metode ketika kami praktkum di coban rondo diataranya menggunakan metode kuadran, garis dan titik. Pada kelompok 08 juga menjelaskan secara singkat tentang Luas minimum dan Jumlah minimum.

Setelah menyampaikan materi ,presenter memebrikan 3 kesempatn betanya pada audiens yang belum paham. Disini terjadi diskusi yang meranik. Pada penanya pertama atas nama Susanaminah, apa maksud dan penegrtian metode florestika dan Non floretika serta contohnya ?????, sedangkan pada penaya kedua atas nama prieska , apa perbedaan dari hutan primer dan sekunder????. Namun pada penaya ketiga yaitu fitri saya tidk begitu dengar mungkin karena saya kurang memerhatikanya.
1. Pemateri menjawab pertanyaan dari susanaminah, bahwa metode floristika merupakn Metode yang berusaha mengungkapkan vegetasi berdasarkan bentuk hidupnya, jadi pembagian dunia tumbuhan secara taksonomi sama sekali di abaikan, metode ini membuat klasifikasi tersendiri dengan dasar-dasar tertentu. Sedangkan metode non floritika merupakan Metode yang dapat menentukan kekayaan floristika atau keanekaragaman dari berbagai bentuk vegetasi.
2. hutan primer  adalah hutan yang telah mencapai umur lanjut dan ciri struktural tertentu yang sesuai dengan kematangannya; serta dengan demikian memiliki sifat-sifat ekologis yang unik. sedangkan hutan sekuder  adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau kerusakan yang cukup luas.

jurnal Ektum 06 & 07


Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 06
EKOLOGI TUMBUHAN DAN POPULASI

            Pada kelompok 06 presenter awal dijelaskan oleh saudari Siti solekah menjelaskan bahwa populasi itu merupakan kumpulan individu dari suatu jenis organisme. Selain itu saudari Risa menerangkan mengenai spesies yang menurut mellet yang mendefenisikan seperti ini populasi tunggal yang berkembang menjadi dua garis keturunan tanpa terjadinya pertukaran material genetik. Presenter terakhir dijelaskan oleh saudari fitri mengenai bentuk pertumbuhan populasi, diantaranya pertumbuhan eksponensial yang membentuk huruf J dan pertumbuhan sigmoid yang membentuk huruf S.    Selain itu juga menerangkan tentang penyebaran populasi Jenis endemic dan kosmopolit dimana faktor yang mempengaruhi persebaran jenis endemik dan kosmopolit. Seperti keadaan iklim yang mencakup curah hujan, suhu, jenis tanah dan topografi, yang dijelaskan oleh Berlian.

Setelah melakukan presentasi dilakukan tanya jawab pertanyaan pertama yaitu menanyakan tentang mengenai grafik yang dijelaskan oleh Fitri, yaitu faktor apa yang menyebabkan terjadinya grafik membentuk huruf J dan huruf S? pada grafik eksponensial dipengaruhi oleh kelahiran tumbuhan yang terus meningkat sampai adanya factor pembatas yang menyebabkan kematian tumbuhan. Sehingga grafik membentuk huruf J yang artinya pertumbuhan terus meningkat. Sedangkan pada grafik sigmoid: pertama terjadi pertumbuhan tumbuhan yang lambat yang dipengaruhi oleh lingkungan yaitu persaingan individu. Kedua jika kondisi lingkngan mendukung maka terjadi petumbuhan lagi dengan natalitas tertentu sampai pada bertemu lagi kondisi lingungan yang tidak mendukung dan terjadi kematian (mortalitas) tumbuhan. Pertumbuhan yang naik turun ini menyebabkan terjadi grafik yang membentuh huruf S. Pada penanya kedua yaitu menanyakan tentang faktor penyebaran biotik? Pemateri menjawab yaitu faktor-faktor penyebaran biotik merupakan faktor natalitas dan mortalitas yang mana jawaban tersebut mengacu pada jawaban pertama dalam penyebutan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Namun pada kelompok 6 saya tidak banyak mengerti dan tidak bisa menerima materi yang telah disampaikan. Karena bahan presentasi (power point) yang digunakan sangat banyak sekali slide.nya dan setiap slide membahas materi yang sebagian besar berbentuk paragraf (tidak dipoin-poin) sehingga saya kurang mengerti tentang materi yang disampaikan. Selain itu, Pada kelompok 6 ini saya kurang memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Karena pemateri waktu menjelaskan kurang memahami materi terlalu terpaku pada tampilan powerpoint waktu menjelaskan meteri sehingga tidak menghadap audience.


 
 Judul Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 07
KOMUNITAS TUMBUAN ATAU VEGETASI

Pada kelompok kali ini menjelaskan bagaimana komunitas atau vegetasi. Vegetasi adalah kumpulan dari berbagai populasi hidup yang saling berinteraksi. Dalam persenatsi juga merangkan bahwa suatu vegetasi itu terdapat konsep konsep dasar diantaranya : (1). Formasi merupakan suatu hasil makroiklim, 2). Asosiasi merupakan suatu vegetasi regional, 3). Ekoton merupakan suatu vegetasi peralihan. Selain itu juga dijelaskanya tentang interaksi netral, predasi, parasitisme, komensalisme, mutualisme, interaksi anatr populasi terdiri dari alelopati dan kompetisi, interaksi anatr komuntas merupakn kumpulan dari antar populasi.
Dari segi PPT kelompok 07 sudah bagus ,namun dalm konten isi dan penjelasan saya tidak bgtu paham dengan apa yang dijelaskan oleh pemateri karena isi tidak sesuai dengan judul kelompok sehingga ada suatu kesan ketidakcocokan. Tapi ini juga saya kembalika pada diri saya sendiri , kenapa saya tidak bgtu paham dengan apa yang dijelaskan oleh pemateri. Terimah kasih pada kelompok 07 smoga bermanfaat bagi yang dapat memahaminya. @_0

Minggu, 25 Desember 2011

jurnal Ektum 05



Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 05
LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK
(Faktor Edatik Tanah, Topografi, Faktor Lingkungan Biotik dan Interaksin)

            Pada kali ini kelompok kami yang mendapat giliran presentasi tentang “faktor edafik tanah, topogarfi, faktor lingkungan biotik dan interaksinya” yang beranggotakan saya sendiri(ilham), Nenni, Susanaminah, A’yun. Presentasi kami berjalan cukup lancar tanpa ada suatu kendala dan SERSAN (serius dan santai). Pada presenatsi kami awal mula di presenatsikan oleh saudari Nenni mengenai faktor edafik tanah (tanah dan bahan tanah;tanah sebagai medium;fisika tanah;), Susanaminah menjelaskan tentang faktor edafik tanh bagian Kimia tanah (pH tanah, kandungan bahan organik dan Anorganik dalam tanah,Kejenuhan basa), dan A’yun juga menerangkan tentang faktor edafik tanah mengenai Organisme dalam Tanah dan Profil Tanah (harizon ; O,A,E,B,C,R) , sedangkan saya sendiri menjelaskan Topografi tanah serta Faktor Lingkungan Abiotik dan Interaksinya…..
            Pada sesi tanya jawab kami mendapat 2 pertanyaan dari audiens, diantaranya:         
  1. Mengapa pada seatiap lapisan Horizon O, E,A,B,C,R memiliki kadnungan mineral yang berbeda beda ? pertanyaan ini dapat dijelsakn oleh teman saya dengan baik oleh Nenni dan A’yun serta Susan bahwa smaikin kedala lapisan akan memiliki kandungan yang berbeda sebab pada setiap lapisa terjadi  penyaringan dan penyerapan oleh tumbuhan. diantaranya yaitu lapisan R(tidak mengandung mineral, mengandung batu-batu kerikil), A(humus), E(silikat, besi, eluminiuim), C(hanya terdiri dari sedimen), dll.
  2. Mengapa semakin ke bawah lapisan tanah semakin sedikit organismenya dan pada lapisan apa akar bisa menembus pada kedalaman tanah?” Pemateri A’yun menjawab yaitu karena unsur mineral tanah semakin sedikit untuk kelangsungan hidup organism. Kemudian saya ilham menambahkan bahwa pada horizon B saja unsur anorganik yang dibutuhkan tanaman semakin dikit  sehingga akar tanaman hanya bisa bertahan dan menancap pada horizon E saja ,  kalaupun ada itu hanya pada tanaman tanaman tertentu. Dalam hal ini, juga penancapan akar dipengaruhi oleh penembusan peresapan air yang mempengaruhi struktur tanah itu sendiri.

Sekian dari kelompok kami ada salah Khilafnya mohon maaf dan terimakasih pada para audiens teriring doa “Jazakumullohu Khoiroti Wa Sa’adatiddunya Wal akhiroh” Wassalamua’alaikum Wr. Wb.




Minggu, 18 Desember 2011

jurnal belajar ektum 04



Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 04
Atmosfer Dan Air Sebagai Lingkungan Abiotik Yang Mempengaruhi Ekologi Tumbuhan


              Dari hasil diskusi kelompok 4 yang terdiri Ika, Chantika, Enggar, dan Anik  saya dapat menyimpulkan sebagai komponen abiotik, air dan atmosfer memiliki peranan pokok untuk kehidupan. Seperti yang kita ketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, demikian pula dengan atmosfer yang memiliki peranan penting bagi kehidupan yaitu sebagai pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada saat siang hari dan mencegah hilangnya panas keruang angkasa pada saat malam hari .
Atmosfer terdiri dari gas-gas yang tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga pada atmosfer terdiri dari beberapa macam gas. Pada lapisan atmosfer terbagi menjadi 5 :
  •  Exsosfer, merupakan lapisan paling atas dari atmosfer bumi 
  •  Termosfer, merupakan lapisan terbesar dari atmosfer bumi, jauh diatas mesosfer dan jauh di bawah exsosfer.
  •  Mesosfer, merupakan lapisan atmosfer bumi yang jauh di atas stratosfer dan jauh di bawah termosfer.
  •  Stratosfer, merupakan lapisan ke dua dari atmosfer bumi, di bawah troposfer, dan di atas mesosfer.
  •  Troposfer, berada di porsi paling bawah dari atmosfer bumi.
Siklus air  atau siklus hidrologi terus bergerak secara kontinue dalam tiga cara yang berbeda:
  • Evaporasi / transpirasi
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah
  • Air Permukaan

Pada kelomok 4 ini terjadi diskusi yang cukup menarik. Prensentasi yang disajikan oleh kelompok 4 ini mendapat beberapa pertanyaan dari audiens, dianataranya pertanyaan saudari Tetty dan saudara Hatta. Disini saudara hatta menanyakan tentang proses terjadinya hujan dan mengapa pada musim kemarau uap air diawan tidak turun menjadi hujan???? Presenter menjawab bahwa awan mempunyai bintik-bintik air yang akan menyebabkan hujan. Namun, suadara Hatta mmasih agak bingung, disini saya (ilham) membantu untuk menjalskanmya. Memang benar apa yang dikatakan presenter smua awan berpotensi hujan karena terdapat bintik-bintik air hasil penguapan air,tanah, tanaman dan, MH. Tapi, kenapa pada musim kemarau tidak terjadi hujan di indonesis. Hal ini di sebabkan adanya pengaruh angin Muson Barat dan Muson Timur sehingga  pada musim panas kecil kemungkinan terjadinya hujan di Indonesia. Hal ini senanda dengan teori-teori penjelasan angin muson barat dan timur, dianatranya:
Muson barat atau muson musim dingin timur laut adalah angin yang bertiup pada bulan Oktober-April di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia sedang mengalami musim panas, berakibat pada tekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, berakibat memiliki tekanan maksimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekenan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju Selatan Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas di bagian utara (Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan).
Muson timur atau muson musim panasbarat daya adalah angin yang bertiup pada bulan April-Oktober di Indonesia. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi utara, sehingga menyebabkan benua Australia musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua Asia lebih panas, sehingga bertekanan minimum. Menurut hukum Buys Ballot, angin akan bertiup dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum, sehingga angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju utara Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan yang sempit.
Pada Kelompok 04 penyampaianya isi PPT sudah cukup bagus, namun PPT kurang berpoint dan pemateri kurang menguasai materi sehingga pemateri yang menyampaikan presentasi hanya dengan membaca tanpa ekspresi

jurnal belajar ektum 03


Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 03
Pengaruh Cahaya dan Suhu Trehadap Proses Pertumbuhan Tanaman (Lingkungan Abitoik)

Dari hasil presentasi kelompok 3 berjudul “Pengaruh Cahaya Dan Suhu trehadap Proses Pertumbuhan Tanaman” yang di susun oleh teman saya yaitu Eka, Veni dan, Prieska. Dari hasil diskusi yang dapat peroleh bahwa cahaya dan suhu itu sangat mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman, yaitu dapat kita lihat pada proses fotosintesis tnaman.Selain itu, cahaya juga merupakan sumber ekosistem di bumi. Cahaya juga dapat mempengaruhi struktur dan bentuk tubuh tumbuhan (morfologi) sehingga sering disebut juga fotomorfogenetis. Empat penerima cahaya dalam tumbuhan : Fitokrom, Penerima cahaya UV-B, Protoklorofilida a, kriptokrom. Diantara empat penerima cahaya tersebut dapat diuaraikan bahwa fitokrom paling kuat menyerap cahaya merah dan merah jauh maupun biru, kriptokrom sekelompok pigmen yang serupa mampu menyerap cahaya biru dan panjang gelombang ultraviolet 320-400 nm, Penerima cahaya UV-B, Protoklorofilida a pigmen cahaya yang menyerap cahaya merah dan biru  dan bisa tereduksi menjadi klorofil Aa.
Respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran biasa disebut dengan Fotoperiodisme. Lamanya penyinaran relatif antara siang dan malam dalam 24 jam akan mempengaruhi fungsi dari tumbuhan secara luas. Berdasarkan panjang hari, tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
         Tumbuhan hari pendek
         Tumbuhan hari panjang
         Tumbuhan hari sedang
         Tumbuhan hari netral

Fototropisme terdapat dua macam yaitu Fototropisme positif dimana ujung batang tumbuhan membelok ke arah datangnya cahaya sedangkan Fototropisme negatif dimana ujung akar menjauh dari datangnya cahaya.
Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat berperan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap organisme hidup.   Pertumbuhan tumbuhan bergantung pada beberapa faktor yaitu : Suhu minimum, Thermoperiodisme, Vernalisasi dan kerusakan tanaman terhadap suhu ekstrim.
Pada kelompok 3 Penyampaian isi power point sudah cukup bagus, akan tetapi diharapkan bahwa pemateri agar lebih menguasai tentang materinya sehingga tidak terjadi kesalahan konsep atau kesalahan pengucapan yang mengakibatkan kesalahan arti.

jurnal belajar ektum 02


Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 02
Tumbuhan Dalam Lingkungan


            Presentasi berjalan cukup menarik dan LUcu :D ,namun ada swtu ketidakcocokan anatara penampilan video dangan judul sehingga tidak bgtu dapat dipahami. .Dari presentasi tersebut dapat diketahui bahwa lingkungan merupakan kompleks dari berbagai faktor kehidupan yang meliputi lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.Lingkungan tersebut mempunyai pengaruh besar bagi pertumbuhan suatu tumbuhan. Pertumbuhan tumbuhan juga dipengaruhi oleh faktor pembatas.
 Faktor pembatas dan lingkungan fisik mengacu pada Hukum minimum leydig yaitu pertumbuhan tanaman tergantung jumlah minimum factor pembatas
Kelompok  2  juga menjelaskan Tumbuhan pada dasarnya melakukan suatu adaptasi terhadap lingkungannya. Maka tumbuhan melakukan Nisia yaitu upaya tumbuhan untuk terus bertahan hidup dan suvaifel di habitatnya. Hal ini mengacu pada Hukum toleransi yaitu batas makhluk hidup dapat hidup terhadap faktor pembatas. Dari presentasi tersebut saya dapat mengetahui bahwa ternyata tumbuhan juga bisa mengalami stress. Dalam proses adaptasi tumbuhan pada awalnya akan mengalami stress yaitu suatu kondisi lingkungan yang dapat menjadi pengaruh buruk pada pertumbuhan. Maka tumbuhan akan melakukan strategi terhadap stress yaitu dengan stress biotik dan stress abiotik. Faktor yang menyebabkan tumbuhan menjadi stres itu ada dua yaitu faktor biotik yang meliputi tumbuhan terhadap herbivora dan faktor abiotik yang meliputi tumbuhan terhadap air, salinitas, suhu, dan cahaya.

Senin, 28 November 2011

Jurnal Belajar Ektum 01

Jurnal Belajar Ekologi
refleksi dari kelompok 01 
Pengertian Dasar Dalam Ekologi Tumbuhan

Dari hasil persentasi kelompok 01 didapatkan hasil refleksi sbagaiberikut ;
Bahwa konsep ekologi pertama kali dikenalkan oleh Ernest Haeckel yaitu berasal dari kata Oikos = rumah dan logos =ilmu . sedangkan berdasarkan istila berarti ilmu yang mempelajari tentang rumah tangga makhluk hidup. tujuan dari adanya ekologi tumbuhan menurut kelompok 01 adalah  dapat mengetahui teknik dan cara yang tepat untuk memanfaatkan apa yang ada di dunia. sesuai firman Alloh  Q.S Al-Kahfi ; 45

Sejarah dan Perkembangan ilmu ekologi di beberapa macam diantaranya ekologi evolusi, ekologi kamunitas terdiri dari vegetasi hewan dan abiotik, serta ekologi-ekologi lainya.

Pendekatan dalam ekologi terdiri dari sinekologi dan autekologi (klik sine dan autekologi untuk mengatahui arti makna tersebut)

Manfaat dan Aspek terapan Ekologi tumbuhan
1. Bidang pertanian 
2. Bidang kehutanan ; dapat dilakukan dengan memperbaiki klasifikasi lahan hutan dengan klasifikasi ulang, melakukan pengelolhan hutan secara kelanjutan (sistem agroforesty). reboisasi dan rehabilitasi hutan.
agroforesty di bagi menjadi beberapa = a) agrosilvikultur adalah gabungan lingkungan hutan dengan pertanian (khutanan + pertanian), b) silvopastur adalah gabungan lingkungan hutan dan peternakan (kehutanan + peternakan), c) Framforesty adalah terdiri beberapa kawasan peratanian yang diselingi dengan penanaman pohon, d) Hutan serba guna merupakan lingkungan hutan yang banyak ditumbuhi selain pohon berkayu juga terdapat tanaman obat serta tanaman yang dapat dimkan (pangan) dan sebagai tempat peternakan
3. Bidang perkotaan ; dapat dilaksanakn dengan adanya Hutan kota yaitu hutan atau sekelompok pohon yang tumbuh di dalam kota atau pinggiran kota. Dalam arti yang lebih luas bisa berupa banyak jenis tanaman keras atau pohon yang tumbuh di sekeliling pemukiman. Hutan kota bisa merupakan hutan yang disisakan pada perkembangan kota atau sekelompok tanaman yang sengaja dibuat untuk memperbaiki lingkungan kota.
4. Bidang perairan ; dengan adanya budidaya air dapat membantu menekanya angka polusi yang lebih kecil


evaluasi ; menurut saya kelompok 01 sudah cukup baik dalam mempersentasikan hasil kinerja dalam kelompok, namun dalam menyajikan kepada audiens diharapkan penyaji dapat menguasai materi yang kan dipersentasikan agar dalm penyajian tersebur lancar dan tidak banyaka menimbulkan suatu kesan yang gak dipahami oleh audiens contoh pada penyaji ke-4. kemudian konsep2 dasar dlam pengertian dan perbedaan  hutan kota dan ruang terbuka serta penghijaun masih belum dapat dijelaskan secara maximaloleh penyaji....

Buat kelompok 01 Mantap dan Sukeses selalu... tetep semangatz.



Minggu, 09 Oktober 2011

FAKTOR PEMBATAS EKOLOGY






Setiap tanaman dalam sikus hidupnya pastiakan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam pertumbuhan tanaman terdapat berbagai faktor pembatas yang akan menentukan periode pertumbuhannya.Faktor-faktor pembatas tersebut secara garis besar terdiri dari faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik diantranya suhu, cahaya, air, nutrien maupun angin dan lain sebagainya sedangkan faktor biotik diantranya hewan, manusia dan tumbuhan lainya atau makhluk hidup di sekitarnya.
Factor-faktor pembatas abiotik
·         Suhu
Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan beberapa proses fisiologis. Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi). Pada musim kemarau, peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas.( http://ipankreview.wordpress.com/2009/03/25/hubungan-suhu-dan-pertumbuhan-tanaman/)
·         Cahaya
Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia. Bagi manusia dan hewan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu , bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

        Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan , meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu , kekurangan cahaya saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan bewarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya , tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek , daun berkembang baik lebih lebar, lebih hijau , tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh.( http://harikuyangcerah.blogspot.com/2008/12/bab-i-pendahuluan-1.html)
·         Air
Air sangat dibutuhkan oleh tanaman karena merupakan komponen utama dalam sel-sel penyusun jaringan tanaman. Kehidupan tiap sel tergantung pada sifat cairan di sekelilingnya yaitu cairan extra sel (ces), dimana air adalah komponen utama pengisi sel. Dalam larutan sel terdapat ion-ion dan molekul-molekul yang diperlukan dalam melaksanakan fungsinya dalam proses difusi, osmosis, transpor aktif dan dalam reaksi biokimia seperti fotosintesis, transpirasi dan lain-lain.( http://reensaikoe.wordpress.com/ekofisiologi-tanaman/pengaruh-kelebihan-air-terhadap-pertumbuhan-dan-produksi-tanaman/)
Air berfungsi sebagai penstimulir metabolisme dan sebagai pelarut dalam perubahan dan pengangkutan cadangan makanan kepada seluruh bagian tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Air diperlukan dalam proses pelarutan garam-garam mineral dalam tanah, alat angkut zat hara dalam tanah melalui akar, sintesis karbohidrat, sintetis protein dan sebagai alat angkut zat-zat makanan ke bagian tanaman (Rusmana, 2002). Secara garis besar fungsi air bagi tanaman adalah (Rusmana, 2002):
1. Merupakan unsur yang penting dari protoplasma terutama pada meristematik.
2. Sebagai pelarut dalam proses fotosintesis dan proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula.
3. Bagian yang esensial dalam menstabilkan sel turgor tanaman.
4. Pengatur suhu bagi tanaman, karena air mempunyai kemampuan menyerap panas yang baik.
5. Transpor bagi garam-garam, gas dan mineral lainnya dalam tubuh tanaman
Dalam Buckman and Brady (1982) disebutkan bahwa keberadaan air berdasarkan klasifikasi biologi air di dalam tanah ada tiga bentuk yaitu : air kelebihan, air tersedia dan air tidak tersedia. Pada umumnya kelebihan air yang terikat pada kapasitas lapangan tidak menguntungkan tanaman tingkat tinggi. Bila terlalu banyak air, keadaannya merugikan pertumbuhan dan menjadi lebih buruk ketika mencapai titik jenuh. Pengaruh buruk yang lain dari kelebihan air adalah terlindinya unsur hara bersama gerakan air tersebut ke bawah. Pada tanah yang bertekstur halus, hal ini mungkin hanya perpindahan unsur hara ke lapisan yang lebih bawah dan tidak terlalu dalam sehingga masih dapat diserap oleh akar tanaman.
Air merupakan pembatas pertumbuhan tanaman karena jika jumlahnya terlalu banyak menimbulkan genangan dan menyebabkan cekaman aerasi sedangkan jika jumlahnya sedikit sering menimbulkan cekaman kekeringan. Oleh sebab itu kebijakan pengelolaan air harus dilakukan agar tak terjadi water logging dan pemanfaatan air dapat seefisien mungkin sesuai kebutuhan.

·         Tanah
Tanah adalah media yang digunakan tumbuhan dan berbagi jenis mikroorganisme untuk hidup yang trebentuk dari pelapukan batuan. Tanah membantu berbagai tumbuhan bernafs, makan, menghisap air dan berbagai unsur hara yang membantu bertahan dari serangan penyakit. Tanah non organik memiliki banyak sekali kandungan mineralnya. Mineral ini membentuk partikel penyusunan tanah yaitu pasir, debu dan lempung. Komposisi ketiga partikel penyusun tanah ini yang mempengaruhi warna tanah. Jika di tanami tumbuhan akan memperoleh hasil yang optimal. Tanah organik memiliki fisik yang gembur , namun tanaman yang tumbuhn di tanah organik akan memperoleh hasil dibawah optimal.
Faktor kesuburan tanah sangat penting sekali pada peningkatan produktifitas semua tanaman, baik tanaman semusim, ataupun tanaman lainnya serta didukung oleh beberapa factor seperti jenis tanaman, permukaan tanaman, ikim, topografi dan factor manusianya itu sendiri.

·         Nutrient
Tanaman memerlukan sumber nutrisi agar bisa tumbuh subur dan mnghasilkan produk yang berkualitas untuk digunakan makhluk hidup lainnya.  Nutrisi tanaman terbagi dalam dua jenis, yaitu makronutrien dan mikronutrien.
        Makronutrien merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang banyak. Yang terbagi lagi dalam unsur utama dan unsur sekunder.
        Elemen makronutrien yang tergolong di dalam unsur  utama ialah Karbon (C), Hidrogen (H) , Oksigen (O) ,Nitrogen (N) , Fosforus(P)  dan Kalium(K).
        Unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen cukup mudah diperoleh tanaman melalui udara dan air. Unsur-unsur nitrogen, fosfordan kalium  biasanya diberikan kepada tanaman melalui pemupukan. Setiap unsur ini mempunyai peranan tersendiri dalam kegiatan hidup suatu tanaman.
Mikronutrien yang tergolong didalam unsure tambahan ialah Mangan(Mn), Boron(B), Zink(Z), Kuprum(Cu), Molibdeum (Mo), Besi(Fe) dan lain sebagainya. (http://mjumani.blogspot.com/2009/01/nutrisi-tumbuhan.html)
Factor-faktor pembatsas biotic
·         Mahluk hidup sekitarnya.
                Daya adaptasi manusia terhadap perubahan unsur-unsur iklim relatif terbatas. Kelebihan manusia dari hewan dan tumbuhan adalah bahwa manusia dengan akalnya mampu untuk memodifikasi iklim mikro sehingga lebih sesuai untuk kebutuhan hidupnya (Lakitan, 1997). Memodifikasi iklim mikro di sekitar tanaman terutama tanaman hortikultura merupakan suatu usaha yang telah banyak dilakukan agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Menurut Widiningsih (1985), kelembaban udara dan tanah, suhu udara dan tanah merupakan komponen iklim mikro yang sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan masing-masing berkaitan mewujudkan keadaan lingkungan optimal bagi tanaman.
Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain, faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme. Prinsip ini disebut sebagai prinsip faktor pembatas. Justus Von Liebig adalah salah seorang pioner dalam hal mempelajari pengaruh macam-macam faktor terhadap pertumbuhan organisme, dalam hal ini adalah tanaman. Liebig menemukan pada tanaman percobaannya bahwa pertumbuhan tanaman akan terbatas karena terbatasnya unsur hara yang diperlukan dalam jumlah kecil dan ketersediaan di alam hanya sedikit. Oleh karena itu, Liebig menyatakan di dalam Hukum Minimum Liebig yaitu: “Pertumbuhan tanaman tergantung pada unsur atau senyawa yang berada dalam keadaan minimum”. Organisme mempunyai batas maksimum dan minimum ekologi, yaitu kisaran toleransi dan ini merupakan konsep hukum toleransi Shelford.
( http://www.inforedia.com/2010/03/faktor-pembatas-ekosistem.html)
                Pengaruh faktor-faktor lingkungan dan kisarannya untuk suatu tumbuh-tumbuhan berbeda-beda, karena satu jenis tumbuhan mempunyai kisaran toleransi yang berbeda-beda menurut habitat dan waktu yang berlainan. Tetapi pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien dan faktor fisik, misalnya suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan tersebut. Pengertian tentang faktor lingkungan sebagai faktor pembatas kemudian dikenal sebagai Hukum faktor pembatas, yang dikemukakan oleh F.F Blackman, yang menyatakan: jika semua proses kebutuhan tumbuhan tergantung pada sejumlah faktor yang berbeda-beda, maka laju kecepatan suatu proses pada suatu waktu akan ditentukan oleh faktor yang pembatas pada suatu saat. ( http://www.inforedia.com/2010/03/faktor-pembatas-ekosistem.html)






Hasil analisis video

Dari papran video diatas bahwa tanaman padi diberikan dan dianjurkan untuk diberikan  unsur-unsur nutrien . Pada video ini Nutrein merupakan salah satu faktor pembatas . Tumbuhan padi  untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat, fosfat dan lain sebagainya yang terbagi 2 nutrien Makro dan Mikronutrien) dalam jumlah minimum. Dimana masing-masing unsur berperan penting dalam pertumbuhan tanaman padi. Untuk menghasilkan hasil yang menguntungkan harus memiliki nutrisi- nutrisi yang tepat, jumlah yang tepat pada waktu yang tepat dan nutrisi yang tepat untuk tanaman padi yang sehat. Nitrogen, fosfor, dan kalium adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar relatif. Pasokan produk-nutrisi penting dari tanah, air irigasi, dan sering tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman untuk profitabilitas yang tinggi. Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terganggu. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.

Minggu, 02 Oktober 2011

aute & sinekologi

Autekologi & Sinekologi

Fungsi ekosistem menunjukkan hubungan sebab akibat yang terjadi secara keseluruhan antar komponen dalam sistem. Ini jelas membuktikan bahwa ekologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya, serta dengan semua komponen yang ada di sekitarnya.
Di dalam ekologi tumbuhan ada dua bidang kajian, yaitu Autekologi dan Sinekologi.
a.    Autekologi, yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi misalnya mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan.
b.    Sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain sebagainya.
Salah satu contoh pendekatan ekologi tumbuhan dalam kajian sinekologi atau autekologi yaitu:
Hasil review.
Dari judul dan isi jurnal diatas dapat diketahui bahwa penulis/peneliti atas nama bapak Syamsul Hidayat . Termasuk golongan pendekatan ekologi tumbuhan dalam kajian sinekologi karena penulis mengindentifikasi kelompok organisme tumbuhan obat yang saling berinteraksi di daerah tertentu atau kawasan tertentu yaitu Hutan Taman Nasional Alas Purwo terletak di daerah Banyuwangi serta penulis/peneliti  menekankan pada bagaimana struktur,komposisi dan status tumbuhan di Taman Nasional Alas Purwo. Dimana status tanaman obat di Taman Nasional Alas Purwo termasuk salah satu kawasan yang menyimpan jenis-jenis tumbuhan obat langka dan tumbuhan berpotensi, diantaranya : Alstonia scholaris banyak ditemukan di samping tumbuhan merambat Piper retrofractum, Arcangelisia flava ditemukan cukup banyak namun penyebarannya tidak merata dan Parkia roxburghii  ditemukan kurang dari lima individu dewasa. Dari strukturnya, jenis-jenis tumbuhan obat langka ini tidak meyakinkan untuk dapat bertahan lama dialam.  Sementara komposisi jenis tumbuhan obat langka banyak ditemukan jenis-jenis pohon berkayu dan liana yang penyebarannya terbatas. Jadi jelas bahwa jurnal ini mengandung filosofis, deskriktif dan deduktif dimana merupakan ciri-ciri khusus kajian sinekologi.